Salat istisqa sebuah kata yang sering kali kita dengar di musim kemarau kali ini, Kekeringan panjang yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia tiga bulan terakhir berdampak pada gagal panen, krisis air bersih, kebakaran lahan, hingga kabut asap di sejumlah kawasan kota-kota. Tentunya keadaan ini membawa kerugian bagi masyarakat, dari bisnis hingga kesehatan.
Melihat hal itu, beberapa kalangan masyarakat mencoba berbagai cara untuk mengurangi dampak dari kekeringan tersebut. Salah satunya dengan menggelar salat Istisqa ini. Sebenarnya apa sih solat istisqa, gimana, darimana, dan bagaimana salat istiqa itu sebenarnya. nah pada kali ini kita akan mengkupas tuntas apa itu salat istisqa
A. Pengertian Shalat Istisqa
istisqa ( الاستسقاء) secara literal berarti meminta air sedankan menurut bahasa salat istisqa adalah salat sunah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Salat ini dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karena dibutuhkannya hujan untuk keperluan/hajat tertentu.
Hukum Salat Istisqa adalah sunah muaakad, jadi Salat Istisqa adalah tindakan ibadah yang bersifat sunnah , yang berarti bahwa tidak wajib dilakukan, tetapi sangat dianjurkan ketika ada kekeringan atau kekurangan air. Proses dan doa yang digunakan dalam Salat Istisqa dapat disesuaikan dengan situasi khusus dan kebutuhan masyarakat yang meminta hujan.
B. Waktu Pelaksanaan Shalat Istisqa
Mengutip buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh M. Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, waktu untuk mengerjakan sholat istisqa untuk memohon hujan turun adalah ketika telah terlihat matahari mulai naik. Dalam hadits yang diriwayatkan Aisyah RA:
"Rasulullah itu keluar untuk melaksanakan sholat istisqa manakala matahari mulai naik." (HR Abu Dawud & Al-Hakim)
Sebagian ulama berpendapat bahwa sholat istisqa lebih utama dilaksanakan setelah sholat Jum'at. Dan sebagian yang lain mengatakan bahwa sholat istisqa bisa dikerjakan di setiap waktu, kecuali pada waktu-waktu makruh melakukan sholat.
C. Sejarah
Sejarah awal mula Shalat Istisqa yaitu terjadi ketika wilayah kota madinah dilanda kekeringan yang parah selama hampir satu tahun yang menyebabkan tanaman-tanaman kering dan sumber air mengecil sedangkan kebutuhan akan air menjadi semakin mendesak.
Dikarnakan Kesusahan tersebut umat islam pun meminta kepada rasulullah SAW agar berdoa memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan, lalu Nabi Muhammad SAW merespons situasi tersebut dengan mengajarkan Shalat Istisqa sebagai cara untuk memohon hujan kepada Allah SWT. salat istisqa dilakukannya dengan tujuan untuk meminta karunia hujan dari Allah SWT yang dapat mengatasi kekeringan dan kesulitan yang dihadapi oleh umat muslim.
Lalu shalat istiqa pun dilakukan di masjid gammah (500 meter dari masjid nabawi) bersama umat islam dengan dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW. .Setelah salat, hujan pun turun di sekitar Madinah hingga beberapa hari.
Berdasarkan sejarah awal mula Shalat Istisqa tersebut menunjukkan bahwa ini adalah salah satu praktik yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umat Islam ketika mereka menghadapi situasi darurat seperti kekeringan. Praktek ini kemudian diwariskan sebagai salah satu tradisi dalam Islam dan digunakan ketika diperlukan untuk memohon hujan sebagai karunia Allah. Itu juga mencerminkan keyakinan umat Islam dalam kekuatan doa dan tawakal kepada Allah SWT dalam mengatasi kesulitan.
D. Tata Cara
Berdasarkan riwayat dari Thalhah, ia berkata: 'Marwan menyuruhku menemui Ibnu Abbas untuk menanyakan kepadanya tentang shalat istisqa. Ibnu Abbas menjawab:
"Sholat istisqa sama seperti sholat idul fitri dan sholat idul adha. Hanya saja Rasulullah memindahkan kain surbannya. Beliau memindahkan yang berada di sebelah kanan ke sebelah kiri, lalu dari sebelah kiri ke sebelah kanan. Beliau sholat dua rakaat. Pada rakaat pertama beliau bertakbir tujuh kali, lalu membaca surat Al-A'la. Dan pada rakaat kedua beliau bertakbir lima kali, lalu membaca surat Al-Ghasyiyah. Setiap kali bertakbir beliau mengangkat kedua tangannya. Beliau membaca dengan suara keras. Sebaiknya yang dibaca dalam dua rakaat sama seperti yang dibaca dalam sholat id." (HR Ad-Daruquthni)
Disebutkan dalam buku Fikih Ibadah Madzhab Syafi'i, berikut tata cara pelaksanaan sholat istisqa:
1. Berkumpul di tanah lapang.
2. Mengucapkan niat shalat istisqa
Sama seperti dalam setiap salat lainnya , niat merupakan langkah awal dalam Salat Istisqa akan tetapi tanpa adzan dan iqamah. Niatkan dalam hati bahwa Anda sedang melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon hujan dari Allah SWT. seperti berikut :3. Pada rakaat pertama :
- Melakukan Takbir sebanyak 7 kali
- Membaca Doa Iftitah
- Membaca Surah Al-Fatihah
- Membaca Surah Al-A'la
- Dilanjutkan dengan gerakan seperti biasa yaitu rukuk, bangkit dari rukuk, sujud, duduk diantara 2 sujud dst
4. Pada Rakaaat kedua :
- Melakukan Takbir Sebanyak 5 kali
- Membaca Surah Al-Fatihah
- Membaca Surah Al-Ghasyiah
- Dilanjutkan dengan gerakan seperti biasa yaitu rukuk, bangkit dari rukuk, sujud, hingga salam.
5.Setelah selesai sholat selanjutnya yaitu imam menyampaikan khutbah
Tiap-tiap mengakhiri khutbah pertama dan khutbah kedua, khatib disunnahkan membaca doa dengan cara dirinya membalikkan badan dan membelakangi jamaaah untuk menghadap kiblat, menukar posisi selendang sorban di pundaknya, seraya mengangkat kedua tangannya.
Adapun doa yang dipanjatkan pada penghujung khutbah salat istisqa' yang pernah dibaca Rasulullah Saw adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ اسْقِنا غَيْثًا مُغيثًا، هَنيئًا مَريئًا، غَدَقًا مُجَلِّلًا، عامًّا طَبَقًا، سَحًّا دائمًا، اللَّهُمَّ اسْقِنا الغَيثَ ولا تَجعَلْنا منَ القانِطينَ، اللَّهُمَّ إنَّ بالعبادِ والبلادِ والبهائمِ والخَلقِ منَ اللَّأْواءِ والجَهْدِ والضنْكِ ما لا نَشْكوه إلَّا إليكَ، اللَّهُمَّ أنْبِتْ لنا الزرْعَ، وأدِرَّ لنا الضَّرْعَ، واسْقِنا من بَرَكاتِ السماءِ، وأنْبِتْ لنا من بَرَكاتِ الأرضِ، اللَّهُمَّ ارفَعْ عنَّا الجَهدَ والجوعَ والعُريَ، واكشِفْ عنَّا منَ البَلاءِ ما لا يَكشِفُه غيرُكَ، اللَّهُمَّ إنَّا نَستَغفِرُكَ إنَّكَ كُنْتَ غفَّارًا، فأرسِلِ السماءَ علينا مِدْرارًا
Allaahummasqinaa ghaitsan mughiitsan marii'an ghadaqan mujalla lan 'aaman thabaqan sahhan daa'iman. Allaahummasqinal ghaitsa wa laa taj'alnaa minal qaanithiina. Allaahumma bil 'ibaadi wal balaadi wal bahaa'imi wal khalqi minal-la'awaa'i wal jahdi wadh-dhanki maa laa nasykuhu illaa ilaika. Allahumma anbit lanaz-zar'a wa adirra lanadh-dhar'a, wasqinaa min barakaatis-samaa'i, wa anbit lanaa min barakaatil ardhi. Al laahummarfa' 'annal jahda, wal juu'a wal 'uraa, waksyif 'annaa minal balaa'i maa laa yaksyifuhu ghairuka. Allaahumma innaa nastaghfiruka innaka kunta ghaffaaran, fa arsilis-samaa'a 'alainaa midraaran.
Artinya: Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang deras, yang menyenangkan, yang berakibat baik, yang membawa kesuburan, yang melimpah, dan yang selalu membawa manfaat. Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang deras, dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang putus asa. Ya Allah, sesungguhnya pada hamba dan negeri ini ada kesusahan, penderitaan, dan kesempitan yang hanya kami adukan kepada Engkau. Ya Allah, tumbuhkanlah untuk kami tanaman, deraskan untuk kami puting susu ternak, dan turunkan kepada kami hujan dari berkah-berkah bumi.Ya Allah, hilangkan dari kami kesusahan, lapar, dan telanjang. Keluarkan kami dari bencana di mana selain Engkau tidak ada yang sanggup mengeluarkannya. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampunan kepada Engkau. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampun, kirimkanlah dari langit hujan yang deras kepada kami.
Pada khutbah kedua, imam beristighfar tujuh kali dan menghadap ke kiblat. Ia juga dianjurkan membalikkan kain selendangnya dari kanan ke kiri, dan dari kiri ke kanan. Juga membalikkan selendang yang bawah ke atas.
Dalam khutbah kedua imam berdoa dengan suara pelan, dan jamaah mengikutinya. Berikut doanya:
اَللّهُمَّ أَنْتَ أَمَرْتَنَا بِدُعَائِكَ، وَوَعَدْتَنَا إِجَابَتَكَ، وَقَدْ دَعَوْنَاكَ كَمَا أَمَرْتَنَا، فَأَجِبْنَا كَمَا وَعَدْتَنَا ، اَللّهُمَّ امْنُنْ عَلَيْنَا بِمَغْفِرَةِ مَا قَارَفْنَا، وَإِجَابَتِكَ فِيْ سُقْيَانَا، وَسَعَةِ رِزْقِنَا
Allahumma anta amratan bidu'aika wa wa'adtana ijaabataka wa qad da'awnaaka kamaa amartanaa fa ajabnaa kamaa wa'adtanaa, Allahumma amnun alaynaa bimaghfirati ma qaarafnaa wa ijaabatika fi suqyaana wa sa'ati rizqina
Artinya: "Ya Allah, Engkau memerintahkan kami untuk Berdoa kepada-Mu, dan menjanjikan kepada kami kalau Engkau akan mengabulkannya. Sesungguhnya kami telah Berdoa kepada-Mu sebagaimana yang Engkau perintahkan. Kabulkanlah doa kami, sebagaimana yang Engkau janjikan. Ya Allah, karuniakan kepada kami ampunan atas apa yang telah kami langgar, perkenan-Mu menurunkan hujan kepada kami, dan kelapangan rezeki kami."
Demikian penjelasan tentang salat istisqa' secara singkat dan padat. Mudah-mudahan negeri kita tercinta ini selamat dari dampak perubahan iklim yang ekstrim. Amiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar